Kisah ini saya dapatkan ketika saya mendengar salah satu ceramah radio dari ustad favorit saya, Pa Zainuddin. Kisah yang saya ceritakan tentang Khalifah Umar bin Khattab, salah seorang pahlawan islam dari beribu-ribu pahlawan islam di zaman Rasulullah. Mungkin sepenggal kisah yang saya ceritakan disini, hanya sedikit dari begitu banyak akhlak mulia Sayyidina Umar.
Khalifah Umar bin Khattab adalah salah satu dari Khulaffaur Rasyidin, seorang yang tinggi kekar, berbadan besar,serta berkemauan kuat. Sebelum ia menjadi muslim, ia kafir penyembah berhala yang sangat menentang umat islam. Kisah beliau ketika menjadi seorang muslim adalah salah satu hal yang membuat saya kagum pada beliau.
Dikisahkan, ketika beliau ingin membunuh Rasulullah, dengan mata nanar dan pedang terhunus Sayidina Umar mencari dimana Rasul berada. Di tengah perjalanan beliau bertemu dengan seorang sahabat. “Wahai Umar, hendak pergi kemana engkau?”, tanya sahabat itu. “Aku hendak membunuh penghianat agama nenek moyang kita, yang memecah belah kita, Muhammad.”, jawab Umar. Kemudian sahabat itu menjawab, “Hai Umar, apa kau tidak malu, kau ingin membunuh Muhammad yang bukan siapa-siapa kamu, sedangkan adikmu sendiri, Fatimah telah masuk islam.” Marahlah Umar mendengar berita itu. Sayidina Umar langsung berbalik arah menuju rumah adiknya.
Ketika sampai di rumah adiknya, Fatimah, suaminya, serta seorang sahabat sedang membaca Al Quran. Marahlah Umar dengan hal itu. Dipukullah suami Fatimah hingga babak belur. Tergerak hati Umar ingin membaca lembaran Al Quran di genggaman tangan adiknya. Umar meminta ijin pada Fatimah untuk membacanya. Namun, jawab adiknya, “Tidak, orang kotor sepertimu tak boleh menyentuh ini. Berwuhulah dahulu.” Kemudian Umar mengambil wudhu, dibacalah Al Quran, kebetulan beliau membuka surat Thaha ayat 1 dan berlanjut ke ayat 14. Isi dari surat tersebut bahwa, Al Quran sebagai pengingat bagi orang- orang yang takut pada Allah. Jadikanlah shalat untuk mengingat Allah. Kiamat akan datang, dan waktunya akan datang untuk membalas segala apa yang dilakukan manusia di dunia.
Gemetarlah sekujur tubuh Sayidina Umar membaca surat tersebut . Sayidina Umar berdecak kagum pada keindahan susunan kata dalam Al Quran. Sayidina Umar langsung menemui Rasul di Darul Arkam, beliau sempat di takutkan oleh para sahabat di majelis itu, Hingga Sayidina Hamzah, paman Rasul berani bertempur jika Umar macam-macam.Ketika Umar diperbolehkan menemui Rasul, Umar merangkul tubuh Rasul dengan rasa cinta dan mengucapkan Syahadat. Subhanallah…satu kekaguman saya pada beliau bahwa Sayidina Umar masuk islam bukan karena bujuk rayu orang, tapi murni dari dirinya sendiri. Subhanallah…setelah beliau menjadi seorang muslim beliau berubah 180 derajat. Sikap keras, tegas dan tidak pernah takut beliau gunakan untuk membela islam, yang awalnya untuk menentang islam. Beliaulah sahabat Rasul yang mencanangkan untuk berdakwah secara terang-terangan. Beliau bersedia mempersembahkan jiwa dan raganya untuk membela islam. Dalam benak sayidina Umar bahwa islam berdiri di sesuatu yang benar, mengapa kita harus sembunyi-sembunyi untuk menyebarkannya. Semua tempat maksiat yang beliau kunjungi dahulu, beliau tinggalkan kebaikan disana. Sayidina Umar sangat keras hatinya, tetapi hatinya mudah bergetar ketika membaca ataupun mendengar Al Quran. Subhanallah…
Pernah seorang sahabat bertanya pada beliau, “Wahai Umar, kenapa ketika engkau salam dalam shalat, ketika engkau menengok ke kanan engkau tersenyum dan ketika engkau menengok ke kiri engkau menangis?“. Sayidina Umar menjawab, “Ketika aku menghadap kanan, aku teringat masa laluku ketika aku menyembah tuhan yang kubuat dari onggokan buah kurma setelah aku sembah aku memakan tuhanku itu, alangkah lucunya aku dulu. Ketika aku menengok sebelah kiri, teringat ketika aku membunuh anak perempuan karena aku malu memilikinya sehingga aku menangis ketika ingat hal itu.”
Salah satu bentuk kecintaan Sayidina Umar kepada Rasul adalah ketika Rasulullah wafat. Beliau tak percaya bahwa Rasul wafat, Umar marah ketika ada yang mengatakan Rasulullah wafat, hingga akhirnya beliau percaya ketika Sayidina Abu Bakar berkata bahwa Rasulullah Wafat.
Sepeninggal Rasul, beliau dibaiat menjadi Khalifah, ia menolaknya. Mencerminkan bahwa Sayidina Umar bukan orang yang ambisius. Beliau berkata, jangan memberi jabatan pada orang yang meminta. Huft..inilah Indonesia saat ini. Setiap orang berlomba-lomba menjadi pemimpin, tentu saja dengan modal besar pula. Hmm..tentunya ketika mereka berhasil, mereka juga ingin kan modal mereka kembali lagi.
Berikut beberapa kisah-kisah teladan Sayidina Umar ketika beliau menjadi Khalifah. Sikap beliau pada keluarganya, beliau berprinsip bahwa keluarga Umar adalah teladan bagi rakyatnya. Ketika beliau membuat peraturan baru, beliau merundingkan bersama keluarganya dan jika keluarga Umar yang melanggar akan mendapat hukuman 2 kali lipat. Subhanallah..benar-benar sosok pemimpin yang diperlukan umat saat ini.
Kesederhanaan beliau yang membuat saya berdecak kagum adalah, beliau hanya mempunyai dua buah jubah. Bahkan jubah satunya adalah milik anaknya. Pernah beliau terlambat untuk shalat jumat. Ternyata jubah beliau belum kering sehingga beliau menunggu jubahnya kering. Subhanallah..
Di masa kekalifahan beliau, Mesir dipimpin oleh seorang Gubernur yang kehidupannya sangat kaya bagaikan kaisar. Ia bernama Amr bin Ash. Saat itu sang gubernur ingin membangun sebuah masjid, tetapi diwilayah akan dibangunnya masjid ada gubuk reyot milik seorang yahudi. Sang gubernur meminta agar yahudi itu menjual rumahnya karena akan dibuat sebuah masjid. Yahudi itu tidak mau karena disanalah ia hidup sampai sekarang ini. Akhirnya sang gubernur ingin menggusur gubuk itu. Pergilah yahudi, ingin menemui sang khalifah, mengadukan hal ini.
Di sepanjang jalan menuju Madinah, Yahudi itu berpikir bagaimana sosok sang khalifah, apakah ia sama sikapnya dengan sang gubernur. Hingga akhirnya ia sampai di kota Madinah. Ia bertemu dengan seorang pria yang duduk di bawah pohon kurma. Ia bertanya, “ Wahai tuan, tahukah anda dimana khalifah?”.Lelaki itu menjawab, “Ada apa kau mencarinya?”. “Aku ingin mengadukan sesuatu.” Jawabnya. Ia bertanya lagi, “Dimanakah istananya?”. “Ada diatas lumpur.”jawab lelaki itu. Yahudi itu bingung atas jawabannya kemudian ia bertanya lagi, “Lalu, siapa pengawalnya?”. “Pengawalnya orang-orang miskin, anak yatim dan janda-janda tua.”. Yahudi itu brtanya lagi, “Lalu pakaian kebesarannya apa?”. “Pakaian kebesarannya adalah malu dan taqwa.” Subhanallah…Yahudi itu bertanya lagi,”Dimana ia sekarang?”. Lelaki itu menjawab, “Ada di depan engkau.” Sungguh kaget Yahudi itu. Ternyata yang sejak tadi ia tanya adalah seorang Khalifah, ia ceritakan segala apa yang dilakukan oleh Gubernur Mesir padanya.
Setelah selesai bercerita, Khalifah Umar menyuruh Yahudi itu menggambil tulang unta di tumpukan sampah. Yahudi itu kebingungan, bukankah ia menemui khalifah untuk mencari keadilan, bukan untuk mencari tulang unta. Diambillah tulang itu, Khalifah Umar membuat garis lurus diatas tulang itu.kemudian menyuruh Yahudi itu pulang. Di perjalanan pulang, ia semakin kebingungan, untuk apa tulang ini.
Sesampainya di Mesir, ia menyerahkan tulang itu. Gemetar tangan Amr bin Ash memerimanya. Gubernur langsung membatalkan pembangunan masjid itu. Serta mengembalikan hak Yahudi itu. Yahudi itu semakin bingung. Bertanya ia pada sang gubernur. Gubernur menjawab, “Apakah kau tidak tahu? Ini nasihat pahit dari amirul mukminin. Beliau berkata, Hai Amr bin Ash jangan mentang-mentang kau berkuasa, belum menjadi tulang seperti ini. Sebelum kau menjadi tulang ini, bertindaklah yang lurus dan adil seperti garis di tulang ini. Atau jika tidak, pedangku yang akan meluruskanmu.”
Subhanallah, mendengar itu. Yahudi itu mengucapkan syahadat dan ia mengikhlaskan gubuknya sebagai area masjid. Itulah Khalifah Umar, seorang Yahudi masuk islam berkat keadilan dari Umar
Hm.. Sayidina Umar berkata, “Bagaimana seorang pemimpin memahami nasib rakyatnya jika pemimpin itu belum merasakannya sendiri.” Itulah Sayidina Umar, seorang pemimpin yang berjiwa pemimpin. Seorang yang mengambil urusan dunia seperlunya dan mengutamakan urusan akhirat. Seorang pahlawan yang paling depan di medan perang, seorang imam yang khusyu dalam shalat, paling berani dan kuat tetapi mudah menangis ketika beliau membaca dan mendengar ayat-ayat Al Quran.
Masih banyak sikap-sikap beliau yang menjadi teladan bagi kita. Beliau telah membawa Islam ke Byzantium hingga Persia. Semoga sepenggal kisah ini bisa menjadi sumbangan moril bagi kita para pemuda calon pemimpim negeri ini.

Brebes, 21 Agustus 2010.
11 Ramadhan 1431 H

Yahdiyani Silmi

Ringan tapi bisa buat jadi inspirasi

Karena tugas MPKMB suruh buat cerita inspiratif, saya mau buat nihh..
Ga buat sebenernya, saya dapetin ini dari sinetron ramadhan langganan yang sering sya tonton setiap tahunnya.hehe..
Pada tau PPT kan? Itu loh yang ada bang Jack ma trio marbot mushola..
Kisah ini saya dapet pas da dialog antara Pa Jalal ma pembantunya, Loli (bukan lollipop ya, hihihi^^)
Gini nih, ceritanya Pa Jalal jatuh miskin gara-gara di kebelit hutang, nahh istrinya ninggalin dia sementara waktu. Pa Jalal tinggal sendiri di rumahnya. Dia lagi buat teh, tapi kuq rasanya asin..hmm kenapa yaa??
Trus dia tanya ma pembantunya yang lagi nyapu di halaman, Loli namanya.
“heh, Loli gula pasir lu simpen dimana? Udah dua kali gue bikin teh asin.”
Jawab si Loli, “Oh, anu pa, gulanya udah abis, makannya saya isi garam semua.”
Pa Jalal tanya lagi kenapa diisi garam, dengan polosnya si Loli jawab “daripada kosong, pa.”
Tau jawaban Pa Jalal? Yang buat saya tersenyum lucu, jawaban penuh makna.
“nah itu..apa gue bilang, begitu kita kosong dari agama, maka yang lain akan ngisi hidup kita dengan yang engga-engga.” Ckckckck..subhanallah, disampaikan dengan bahasa sehari-hari tapi menyentil hati kita banget kannn…
Toples isi gula itu dilambangkan dengan hati kita yang terisi iman, pas toples itu kosong trus ga di isi gula malah diisi garam, itu menggambarakan ketika hati kita kosong terus imannya ga di isi ulang lagi, nah lhoo..bakalan hal lain yang bakalan ngisi hati kita..
Gituu lhoo, hehehe..

hmm, dari percakapan itu, kita harus selalu memperbarui dirii. jangan sampe yang “engga-engga” itu menuh-menuhin isi hati kita. oke^^
Semangat tuk jadi pribadi yang lebih baik lagi…^^

Yahdiyani Silmi

semangatt,
sekarang, besok..kapanpun!!!

June 2017
S M T W T F S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930